HOME Resensi ALUMNI

Identitas Buku

Judul Buku : Convenience Store Woman

Penulis : Sayaka Murata

Penerbit : PT Gramedia Pustaka Utama

Tahun Terbit : 2016

Cetakan : Pertama

Alih Bahasa : Ninuk Sulistyawati

ISBN : 9786020644394

Halaman : 160 Halaman

Synopsis

Buku ini menceritakan tentang Keiko Furukura yang berumur 36 tahun yang tidak memiliki pekerjaan tetap dan hanya menghabiskan separuh dari umurnya yaitu 18 tahun sebagai pegawai paruh waktu di sebuah minimarket, ia sedari kecil sudah di cap sebagai orang yang tidak normal / aneh oleh masyarakat, dan keluarganya pun berusaha untuk menyembuhkan keiko agar ia menjadi orang yang normal melalui konseling, walaupun si keiko itu sendiri sedari ia kecil sampai ia dewasa masih ambigu dengan apa yang dimaksud mereka dengan "normal"

Kelebihan Dan Kritik

Buku ini memiliki makna yang mendalam dan membawakan sebuah pandangan yang sangat realis kepada pembaca yang dimana penulis buku ini mampu mengambil basic maupun alur cerita dari pengalaman nya bekerja di minimarket, tidak hanya atmosfer yang ada dalam lingkungan minimarket tersebut tetapi juga kepribadian maupun watak dari tokoh tokoh yang wajar kita temui di kehidupan sehari hari, tidak hanya itu pemilihan kata yang digunakan oleh penulis membuat kita merasakan dengan detail, terbayang ataupun terhanyut ke dalam cerita tersebut seperti di saat keiko menjabarkan keadaan minimarket yang dipenuhi dengan suara langkah kaki, suara kantong yang bergemerisik maupun hawa dingin yang dirasakan ketika pelanggan membuka kulkas minuman untuk mengambil sebuah minuman dan juga suara yang dikeluarkan alat scan barcode saat sedang mengscan barang belanjaan, tidak hanya itu juga salah satu problema yang ada didalam cerita ini yaitu kepribadian keiko yang berbeda dengan orang disekitarnya dan juga kepribadian shiraha yang dianggap abnormal dan tidak pantas berada di lingkungan masyarakat karena tidak memiliki pekerjaan tetap dan tidak menikah, yang membuat kita mengharuskan berpikir dari sudut pandang mereka kenapa mereka hidup seperti itu dan memiliki pola pikir tersebut, sang penulis mengambil kehidupan maupun suasana yang ada di minimarket sebagai persepsi akan keadaan sosial bermasyarakat yang ada didunia yang serba teratur dan menuntut masyarakat untuk mengikuti standar cara bermasyarakat yang ditentukan, Berbeda tidak sepenuhnya adalah hal yang buruk dan perbedaan yang dimiliki keiko malah di tanggapi dengan cemohan melainkan bukannya diberikan arahan ataupun dukungan, karena mau bagaimanapun juga setiap orang itu memiliki sifat yang berbeda dan karakter yang berbeda, meskipun cerita di buku ini menceritakan kisah hidup dari Keiko Furukura cerita ini banyak menyimpan pesan moral terkait bagaimana bagaimana kita harus memperlakukan maupun memandang mereka yang memiliki perbedaan dalam masyarakat. Jika kita bisa memahami dan menghargai mereka dari sudut pandang dan dari keadaan mereka maka mereka juga bisa menghargai kita.

Kekurangan

Kurangnya penjelasan tentang apa yang terjadi setelah si Shiraha meninggalkan Keiko, dan bagaimana Keiko menjalani kehidupannya kedepannya.

Identitas Buku

Judul buku : Funiculi Funicula

Judul Asli : kohii ga samenai uchi ni

Penulis : Toshikazu Kawaguchi

Alih Bahasa : Dania Sakti

Penerbit : Gramedia Pustaka Utama

Terbit : Cetakan kesembilan, November 2021

Halaman : 224 hlm; 20 cm memiliki 4 bagian cerita

Alih Bahasa : Ninuk Sulistyawati

ISBN : 9786020651927

Kategori : Novel 15+

Synopsis

Di sebuah gang kecil di Tokyo, ada kafe tua yang bisa membawa pengunjungnya menjelajah waktu. Keajaiban kafe itu menarik seorang wanita yang ingin memutar waktu untuk berbaikan dengan kekasihnya, seorang perawat yang ingin membaca surat yang tak sempat diberikan suaminya yang sakit, seorang kakak yang ingin menemui adiknya untuk terakhir kali, dan seorang ibu yang ingin bertemu dengan anak yang mungkin takkan pernah dikenalnya. Namun, ada banyak peraturan yang harus diingat. Satu, mereka harus tetap duduk di kursi yang telah ditentukan. Dua, apa pun yang mereka lakukan di masa yang lalu takkan mengubah kenyataan di masa kini. Tiga, mereka harus menghabiskan kopi khusus yang disajikan sebelum kopi itu dingin.

Kelebihan Dan Kritik

Bagian 1 / part 1 Di cerita pertama walaupun novel yang ditulis oleh toshikazu kawaguchi ini menggunakan kata kata yang sulit di cerna dengan hanya membacanya secara sekilas atau dengan kata lain agak terbelit belit dan dialog-dialog yang membingungkan dan dipadu dengan kisah yang misteri tetapi walau begitu novel ini memiliki daya tarik tersendiri, seperti contoh alur cerita pertama yang mengacu pada tokoh utama yaitu fumiko yang ingin berjumpa lagi dengan goro kekasihnya yang meninggalkannya demi impiannya di amerika, setelah mendengar rumor bahwa cafe tersebut bisa membawa orang kembali ke masa lalu ia pun berusaha untuk kembali kemasa lalu dengab berbagai macam syarat dan salah satu syaratnya ialah apa pun yang ia lakukan di masa lalu, itu tidak akan mengubah apa yang terjadi dimasa kini, tetapi ada secercah harapan yang membuat fumiko senang yaitu walaupun tidak merubah masa kini tetapi tidak dengan masa depan karena masa depan masih belum ada yang mengetahui, dari kutipan alur tersebut, cerita tersebut menyimpan pesan moral secara tersendiri yaitu "memang kita tidak tahu apa yang akan terjadi di masa depan, tetapi masa depan kita itu bisa berubah tergantung dari usaha yang kita lakukan saat ini.

Kekurangan

--.

Resensi ini dibuat oleh : Habibi Sobirin Hidayatullah